Pria 21 Tahun Tewas Gantung Diri, Keluarga Ikhlas Menerima

Seorang pria berinisial MI (21), warga Kelurahan Dondo Barat, Kecamatan Ratolindo, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah ditemukan tewas gantung diri di kamar kontrakannya di Perumahan Eks Sulatengko pada Jumat (21/2/2025) malam. (Foto Dok Humas).

Republish.id, SULTENG – Seorang pria berinisial MI (21), warga Kelurahan Dondo Barat, Kecamatan Ratolindo, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah ditemukan tewas gantung diri di kamar kontrakannya di Perumahan Eks Sulatengko pada Jumat (21/2/2025) malam.

Kejadian ini menggemparkan warga sekitar setelah tubuh korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya.

Menurut keterangan saksi, sebelum ditemukan tewas, terdengar suara gaduh seperti kursi berhamburan dari dalam kamar korban.

Baca Juga :  Rugi Rp500 Juta, Korban Lapor Polisi Usai Tertipu Modus Investasi Pinjaman

Tetangga yang curiga mengintip melalui lubang pintu dan melihat MI tergantung. Keluarga dan orang tua korban yang berada di lokasi segera mendobrak pintu untuk memastikan kondisi anak mereka.

Jakiru, ayah korban, mengungkapkan bahwa anak sulungnya ditemukan dalam kondisi tergantung sekitar pukul 20.00 WITA.

Ia mengatakan bahwa sore itu dirinya tidak pergi melaut dan sempat kembali ke rumah mertua yang masih satu lingkungan dengan tempat tinggal korban.

Baca Juga :  Eks Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Resmi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Air Minum Rp8,2 Miliar

Saat kembali ke rumah sekitar pukul 17.30 WITA, MI masih sempat meminta rokok kepadanya.

Ibu korban, Rahmawati, menambahkan bahwa anaknya sudah berumah tangga dan sehari sebelum kejadian sempat bertengkar dengan istrinya.

Pada pagi hari sebelum peristiwa tragis itu, MI masih mengantar istrinya ke tempat kerja.

Rahmawati berencana menemui menantunya untuk menasihati terkait rumah tangga mereka, tetapi belum sempat bertemu, anaknya sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Baca Juga :  OTT Ketujuh di 2026! KPK Amankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Setelah olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polres Tojo Una-Una, keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai takdir dan tidak akan menempuh jalur hukum lebih lanjut.

“Kami sudah menerima kepergian anak kami dengan lapang dada. Kami hanya berharap jika ia memiliki kesalahan, mohon dimaafkan,” ujar Jakiru dengan penuh haru.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini