Proyek Ruko Rp1,2 Miliar di Kompleks Eks Pasar Kanopi Bitung Mangkrak, Mulai Banyak yang Rusak

Penampakan Proyek Ruko di kompleks Eks Pasar Kanopi Pusat Kota Bitung yang belum selesai.

Republish.id, BITUNG — Proyek pembangunan ruko senilai Rp1,2 miliar di Kompleks Eks Kanopi Pusat Kota Bitung hingga kini belum juga rampung. Padahal, bangunan tersebut sejak awal direncanakan untuk menampung pedagang kecil yang menjadi korban kebakaran Pasar Kanopi.

Hampir delapan bulan pembangunan 24 petak ruko yang berada di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa itu belum dapat dimanfaatkan.

Dari 24 petak yang dibangun, masih terdapat enam petak yang terlihat belum selesai dikerjakan.

Hal tersebut kembali menjadi perhatian setelah media ini mendatangi lokasi proyek pada Kamis (20/8/2026).

Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Bitung itu dikerjakan CV Boonfavor dengan kontraktor Mike Lahoper itu terlihat mangkrak.

Komisi III DRPD Bitung saat berbincang dengan kontraktor Mike Lahoper di lokasi pembangunan proyek ruko beberapa waktu lalu.

Padahal sebelumnya, pada bulan Maret 2026 persoalan proyek tersebut juga telah menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Bitung yang dipimpin Ketua Komisi III Frangky Julianto.

Saat melakukan peninjauan ke lokasi, pihak kontraktor saat itu menyampaikan bahwa salah satu kendala pembangunan adalah keberadaan tiang dan kabel PLN yang melintang di area pekerjaan.

Komisi III kemudian tidak berhenti pada peninjauan lapangan. Pihak kontraktor dan Dinas PUTR Kota Bitung dipanggil ke ruang Komisi III untuk membahas persoalan yang ditemukan.

Baca Juga :  Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo: Kami Butuh Media

Dalam pertemuan tersebut, kontraktor dan pihak PUTR berjanji segera menyelesaikan pekerjaan agar ruko dapat segera dimanfaatkan para pedagang.

Namun, janji tersebut belum sepenuhnya terwujud.
Hingga Kamis (20/8/2026), enam petak ruko masih terlihat belum selesai. Sejumlah bagian bangunan juga mulai menunjukkan kondisi yang memprihatinkan karena belum dimanfaatkan.

 

Apris Thalib alias Alo (40), salah satu warga yang meminta agar proyek ruko diselesaikan.

Alhasil, para pedagang yang sejak lama menunggu agar tempat itu bisa dimanfaatkan mulai kehilangan kesabaran.

 

Apris Thalib alias Alo (40), warga Kakenturan II yang telah sekitar 20 tahun berprofesi sebagai penjahit, mengaku sudah muak dengan janji pemerintah mengenai pemanfaatan ruko tersebut.

Menurut Alo, dirinya bersama sejumlah pedagang kecil korban kebakaran eks Pasar Kanopi bahkan sudah pernah bertemu langsung dengan Wali Kota Bitung Hengky Honandar untuk meminta kepastian mengenai nasib mereka.

Namun, kata dia, saat itu Wali Kota menyerahkan persoalan tersebut kepada Sekretaris Daerah Rudy Theno untuk ditindaklanjuti.

“Pemerintah jangan tutup mata terus dan membiarkan semua ini berlarut-larut. Saya dan teman-teman sudah pernah bertemu dengan Wali Kota membicarakan masalah ini. Namun saat itu Wali Kota hanya menyerahkan ke Sekda untuk ditindaklanjuti. Janji Sekda akan ditindaklanjuti, tapi sampai saat ini hanya tinggal janji,” sesal Alo.

Baca Juga :  FKDM dan Wartawan Kompak Ramaikan Gerak Jalan HUT RI

Alo juga mempertanyakan alasan yang sebelumnya disampaikan pihak kontraktor terkait keberadaan tiang dan kabel PLN.

Menurut dia, persoalan tersebut kini sudah teratasi. Namun, penyelesaian pembangunan tetap belum menunjukkan perkembangan berarti.

“Dulu masalah tiang listrik dan kabel PLN. Sekarang alasan itu sudah teratasi. Tapi buktinya hanya jadi alasan saja, tanpa ada tindakan apa-apa,” katanya.

Ia khawatir bangunan yang sudah menghabiskan anggaran Rp1,2 miliar itu justru semakin rusak karena terlalu lama dibiarkan kosong.

“Sudah banyak pintu yang rusak. Kalau ini tidak segera dimanfaatkan, pasti akan rusak. Coba kalau sudah kita manfaatkan, pasti sudah ada gunanya bangunan ini,” ujarnya.

Alo mengungkapkan, pemerintah sebelumnya pernah menyampaikan bahwa ruko tersebut sudah bisa ditempati para pedagang pada Desember 2025.
Namun, hingga Agustus 2026, janji tersebut belum terealisasi.

Menurut Alo, terdapat sekitar 14 pedagang korban kebakaran Eks Pasar Kanopi yang masih menunggu kepastian untuk menempati ruko tersebut.

“Kami berharap supaya cepat selesai. Tidak usah terlalu banyak dengan janji. Ada 14 korban kebakaran Eks Pasar Kanopi yang sudah sangat lama ingin menempati ruko ini. Tapi sampai sekarang belum juga kelar pembangunannya. Ada enam petak lagi yang belum selesai pengerjaannya,” pungkasnya.

Baca Juga :  DPC dan PAC PDI Perjuangan Bitung Ramaikan Gerak Jalan HUT RI ke-81

Diketahui, proyek ruko tersebut merupakan satu dari tiga paket pekerjaan yang berada di kawasan Eks Kanopi Pusat Kota Bitung.

Selain ruko senilai Rp1,2 miliar, terdapat proyek pedestrian senilai sekitar Rp1,3 miliar dengan panjang kurang lebih 200 meter dan lebar 10 meter. Proyek tersebut dikerjakan CV Megacipta.

Kemudian proyek pemasangan lampu dengan nilai sekitar Rp212 juta yang dikerjakan CV Karya RGB.
Ketiga paket tersebut berada di lokasi yang sama.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bitung, Frangky Julianto saat mendapkan informasi terkait keluhan warga dan persoalan proyek ruko tersebut mengaku geram.

“Kami Komisi III beberapa bulan lalu sudah pernah turun lapangan bahkan memanggil pihak kontraktor dan PUTR untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan proyek itu. Tapi ternyata sampai saat ini belum juga rampung. Kami akan panggil kembali pihak-pihak terkait agar supaya proyek tersebut bisa secepatnya dimanfaatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Kota Bitung Rizal Sompotan belum berhasil dihubungi untuk mengkonfirmasikan masalah proyek tersebut. Dihubungi via WhatsApp tidak direspon. Sama halnya saat datang ke Kantor Dinas PUTR.

“Pak kadis belum datang,” jawab salah satu pegawai PUTR.

 

Wartawan Republish.id Biro Kota Bitung