SMPN 1 Biau Pelopor KTR Pertama di Kabupaten Buol, Wakil Bupati Tekankan Pentingnya Budaya Keteladanan

SMPN 1 Biau Pelopor KTR Pertama di Kabupaten Buol, (Foto Humas)

Republish.id, SULTENG – Pemerintah Kabupaten Buol resmi mencanangkan Program Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di satuan pendidikan dengan menetapkan SMP Negeri 1 Biau sebagai sekolah pertama di Kabupaten Buol yang menerapkan program tersebut. Pencanangan ini menjadi implementasi nyata Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP Negeri 1 Biau itu dihadiri jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Bappeda Litbang, Kabid Pembinaan SMP, Pengawas Pembina SMP Negeri 1 Biau, Ketua Komite Sekolah, Kepala SMPN 1 Biau beserta tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta perwakilan orang tua atau wali murid.

Foto Humas.

Dalam sambutan Wakil Bupati Buol yang dibacakan pada kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa pencanangan Kawasan Tanpa Rokok bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang untuk memastikan dunia pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara jasmani, berkarakter kuat, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman.

Baca Juga :  BLK Buol Hebat Siap Beroperasi, Fasilitas Lengkap Tinggal Tunggu Aturan Resmi

Wakil Bupati menjelaskan, lahirnya Perda Nomor 6 Tahun 2014 merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif asap rokok. Regulasi tersebut mengatur sejumlah kawasan yang wajib bebas dari aktivitas merokok, termasuk lingkungan pendidikan.

Foto Humas.

“Ini bukan untuk membatasi hak seseorang, melainkan untuk melindungi hak masyarakat, khususnya anak-anak kita, agar mereka memperoleh udara yang bersih dan lingkungan belajar yang sehat,” tegas Wakil Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SMP Negeri 1 Biau yang telah berani menjadi pelopor penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Buol.

Baca Juga :  Pimpinan Baru PDAM Motanang Resmi Bertugas, Sekda Buol Titip Pesan Penting Soal Pelayanan Air Bersih

Penerapan KTR di sekolah tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan tiga pilar utama, yakni Sekolah Ramah yang melindungi peserta didik dari kekerasan, perundungan, penyalahgunaan zat adiktif, hingga paparan asap rokok; Sekolah Sehat yang menjamin hak anak belajar di lingkungan dengan udara bersih; serta Sekolah Menyenangkan yang menghadirkan suasana belajar yang tertib, bersih, dan nyaman.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diwujudkan melalui pemasangan papan larangan merokok atau sekadar slogan, tetapi harus dibangun melalui budaya keteladanan.

“Budaya dimulai dari keteladanan. Guru menjadi teladan, kepala sekolah menjadi teladan, pegawai menjadi teladan, orang tua menjadi teladan, hingga tokoh masyarakat menjadi teladan. Anak-anak akan belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari,” terangnya.

Baca Juga :  Wabup Buol Buka Musrenbang, Anggaran Terbatas Tapi Target Besar: Stunting & Kemiskinan Jadi Sorotan

Kepada pihak sekolah dan para guru, ia meminta agar penerapan Kawasan Tanpa Rokok diwujudkan melalui pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari, edukasi, kampanye hidup sehat, penguatan pendidikan karakter, layanan konseling, serta kolaborasi aktif dengan Puskesmas dan instansi terkait.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap gerakan Kawasan Tanpa Rokok dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buol dengan dukungan Dinas Pendidikan, Dinas P2KBP3A, Bappeda Litbang, Puskesmas, hingga pemerintah desa.

Melalui pencanangan tersebut, SMP Negeri 1 Biau resmi berkomitmen mewujudkan Sekolah Ramah, Sekolah Sehat, dan Sekolah Menyenangkan sebagai upaya melahirkan generasi Buol yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Wartawan media online Republish.id yang meliput di wilayah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Dalam isu-isu berskala luas, ia juga sering menulis tentang berbagai peristiwa lintas daerah