Republish.id, SULTENG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah ratusan pelajar di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami keracunan massal. Sebanyak 251 siswa dari tingkat SD hingga SMA harus mendapat perawatan medis usai menyantap menu MBG pada Rabu, (17/9).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa kasus keracunan seperti ini kerap dilaporkan dari daerah.
Ia menyebut dapur pelayanan gizi yang memasok makanan ke sekolah di Banggai Kepulauan sebenarnya telah beroperasi delapan bulan tanpa kendala.
“Dugaan sementara dari bahan baku, kebetulan baru berganti pemasoknya,” jelas Dadan melalui pesan tertulis, Kamis (18/9).
Gejala yang dialami para siswa di antaranya gatal-gatal, mual muntah, wajah bengkak, sesak napas, pusing, hingga sakit kepala.
Berdasarkan laporan resmi pemerintah daerah, keracunan diduga bersumber dari ikan cakalang yang dijadikan lauk.
“Diduga beberapa ekor ikan sudah tidak layak konsumsi,” demikian tertulis dalam laporan resmi Kabupaten Banggai.
Hingga kini, 78 siswa masih dirawat intensif di RSUD Trikora Salakan, sementara 173 lainnya telah diperbolehkan pulang.
Pemerintah Kabupaten Banggai juga mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien tambahan yang terus berdatangan.
Menanggapi hal ini, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, mengecam keras insiden tersebut.
“Semangat Bapak Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program MBG justru terhambat oleh pelaksanaan yang mengabaikan kualitas menu. Ini sangat disayangkan,” tegas Andhika.
Ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan MBG, mulai dari pemasok bahan baku, pengelola dapur, hingga distribusi makanan.
Jika terbukti ada kelalaian, langkah tegas harus segera diambil. Andhika juga meminta pemerintah daerah bersama kepolisian melakukan investigasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Peristiwa semacam ini tidak boleh terjadi lagi. MBG seharusnya menjadi investasi masa depan anak-anak kita, bukan ancaman bagi kesehatan mereka,” pungkasnya.












Leave a Reply
View Comments