Berkaca dari Kematian Mendadak Atlet Bulu Tangkis, Dokter Sebut Perlunya Alat Ini

Ilustrasi Kolaps saat olahraga (Foto: Getty Images iStockphot)

Republish.id, NASIONAL – Kasus kematian mendadak atlet bulu tangkis asal China menjadi pelajaran. Tak hanya bagi para olahragawan, tapi juga di dunia kesehatan.

Bagi dunia kesehatan, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting untuk ketersediaan alat Automated External Defibrillator (AED) sebagai pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa.

“Ketika seorang atlet mengalami kolaps, alat tersebut langsung dapat mendeteksi kelainan irama jantung yang terjadi, sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah kematian,” kata dr. Utojo Lubiantoro.

Baca Juga :  PJS Mantapkan Langkah Menuju Konstituen Dewan Pers, Rapimnas 2025 Resmi Digelar

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini mengatakan, alat ini perlu ada di setiap fasilitas umum, terlebih pada fasilitas olahraga yang kerap mengadakan turnamen dengan intensitas tinggi.

Alat yang ditempel pada tubuh pasien ini berfungsi sebagai rekam jantung EKG yang bisa mendeteksi bagaimana ritme jantung pasien sehingga petugas kesehatan bisa menganalisis langkah penanganan selanjutnya.

Jika ada gangguan pada irama jantung maka harus dilakukan kejut jantung dengan defibrillator untuk kasus fibrilasi dan ventrikel takikardi.

Baca Juga :  KPU Bolmut Umumkan Hasil Penetapan Seleksi Calon Anggota PPS Pilkada 2024

Namun, jika detak jantung flat maka langsung dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) untuk memberikan oksigen pada jantung.

“Tidak semua aritmia dikejut listrik, hanya fibrilasi atau ventrikel takikardi, kalau flat baru RJP, masuk alat bantu napas, ventilator seterusnya, itu hanya berlaku 5-10 menit pertama,” terangnya.

Menurut Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini, penanganan yang cepat dapat menyelamatkan nyawa karena jika lewat dari itu, akan terjadi kerusakan otak dan kematian batang otak.

Baca Juga :  Banjir Paguat Dampak Ilegal Mining, Aktivis Desak Pemerintah Tindak Tegas

Dirinya menjelaskan, jika dalam situasi darurat di tempat umum menemukan seseorang yang jatuh pingsan mendadak, disarankan untuk melakukan deteksi kedaruratan seperti mengecek denyut nadi.

Juga menggunakan alat AED untuk deteksi irama jantung.

“Atlet muda disarankan untuk melakukan screening jantung secara rutin untuk memastikan tidak ada kelainan jantung yang dapat mengakibatkan kematian,” ia menandaskan (*)

 

*Baca selengkapnya Disini

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."