Republish.id, BITUNG — Wakil Ketua DPRD Kota Bitung Ronald Gunawan Kansil (RGK) mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Karate Open Tournament Kajati Sulut Cup V 2026 yang digelar di GOR Dua Sudara, Kota Bitung.
Politisi Partai Gerindra itu menilai turnamen tersebut bukan hanya menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga menjadi ruang bagi atlet karate di Sulawesi Utara untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan potensi mereka.
RGK menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri penutupan Kajati Sulut Cup V 2026, Minggu (13/9/2026) malam.
Menurutnya, keberadaan turnamen seperti Kajati Sulut Cup penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet, khususnya bagi atlet-atlet muda yang membutuhkan pengalaman bertanding.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi bagaimana anak-anak kita mendapatkan pengalaman dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka,” kata RGK.
Ia berharap turnamen karate tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten dengan cakupan peserta yang semakin luas.
RGK juga menilai keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, pengurus olahraga, pelatih dan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Kalau kegiatan seperti ini terus dilakukan, saya yakin akan semakin banyak bibit atlet karate dari Sulawesi Utara yang muncul dan bisa berprestasi sampai tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Kajati Sulut Cup V 2026 sendiri resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Kota Bitung.
Turnamen yang digelar Karate-Do Gojukai Indonesia Pengurus Daerah Sulut tersebut diikuti 723 atlet dari 44 kontingen kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Tim Karate Kodam XIII/Merdeka keluar sebagai juara umum. Posisi kedua ditempati Tim Karate Kejari Kota Bitung, sedangkan juara ketiga diraih Tim Karate Kejari Kota Tomohon.
Turnamen tersebut memperebutkan Trofi Bergilir Kajati Sulut dan Piala Tetap Wali Kota Bitung.
Ketua Umum Karate-Do Gojukai Indonesia Pengda Sulut, Dr Feri Tas, SH, M.Hum, M.Si, Datuk Toembidjo, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaring atlet-atlet karate berbakat di Sulawesi Utara.
“Atlet yang berprestasi akan kami persiapkan untuk mengikuti turnamen yang lebih profesional,” kata Feri saat penutupan.
Feri juga meminta atlet yang belum berhasil meraih podium tidak patah semangat. Menurutnya, kekalahan dalam pertandingan merupakan bagian dari proses untuk meningkatkan kemampuan.
“Terus berlatih. Dan bagi atlet yang belum juara jangan berkecil hati. Teruslah berlatih, karena masih banyak kesempatan,” ujarnya.
Pada penutupan tersebut, panitia menyerahkan penghargaan kepada para atlet yang berhasil menjadi juara. Penghargaan diberikan dalam bentuk piagam, medali, trofi atau piala serta uang pembinaan untuk sejumlah kelas yang dipertandingkan.
Feri turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bitung, Forkopimda, wasit, juri, tim medis, pelatih dan seluruh panitia yang terlibat dalam pelaksanaan turnamen.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bitung dan Forkopimda, khususnya Wali Kota Bitung Hengky Honandar, atas dukungan dan fasilitas selama pelaksanaan turnamen,” katanya.
Ia berharap Kajati Sulut Cup dapat terus digelar sehingga semakin banyak atlet karate Sulut memperoleh pengalaman bertanding dan kesempatan untuk mengembangkan prestasi.










Leave a Reply
View Comments