Ancaman Balasan Iran Mengguncang Timur Tengah, Fasilitas Energi Sekutu AS Jadi Target?

Foto: REUTERS/Sarah Meyssonnier/Pool/File Photo Purchase Licensing Rights

Republish.id, INTERNASIONAL – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas. Pada Minggu (22/3/2026), Iran melontarkan ancaman serius dengan menyasar fasilitas energi dan air milik negara-negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah.

Ancaman tersebut muncul sebagai respons atas pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya mengultimatum akan menyerang jaringan listrik Iran dalam waktu 48 jam.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam jika infrastruktur energi mereka menjadi sasaran.

“Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, seluruh infrastruktur energi, serta teknologi informasi… dan fasilitas desalinasi air, milik AS dan rezim di kawasan itu akan menjadi sasaran sesuai dengan peringatan sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari media pemerintah Iran melalui Reuters, Senin (23/3/2026).

Baca Juga :  Putin Perintahkan Kementerian Rusia Siapkan Kajian Uji Coba Senjata Nuklir

Sebelumnya, Trump menyampaikan ancaman tersebut sebagai tekanan agar Iran segera membuka blokade di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu malam (21/3).

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran akan berdampak luas ke seluruh kawasan.

“Segera setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur vital serta infrastruktur energi dan minyak di seluruh kawasan akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan hancur secara permanen,” tulisnya melalui akun X, dikutip dari Al Jazeera, Senin (23/3/2026).

Baca Juga :  Belasan Negara Bagian AS Gugat Kebijakan Tarif Impor Trump, Tuding Langgar Konstitusi

Ia juga menambahkan bahwa konflik ini berpotensi menghancurkan infrastruktur energi regional dan memicu lonjakan harga minyak dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump kembali menegaskan bahwa AS akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika negara itu tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, merespons dengan menegaskan bahwa jalur tersebut tetap terbuka, kecuali bagi pihak yang melanggar wilayah negaranya.

“Jalur tersebut terbuka untuk semua kecuali mereka yang melanggar wilayah kami,” katanya dalam sebuah unggahan di X.

Baca Juga :  Iran Terapkan ‘Tol Bitcoin’ di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Sebelum Melintas

Ia juga menegaskan bahwa ancaman terhadap Iran tidak akan melemahkan bangsanya.

“Ilusi untuk menghapus Iran dari peta menunjukkan keputusasaan melawan kehendak bangsa yang sedang membuat sejarah. Ancaman dan teror hanya memperkuat persatuan kita,” lanjutnya.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga telah memperingatkan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika ancaman Trump benar-benar direalisasikan.

Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan AS akan menjadi target penghancuran apabila Washington menyerang fasilitas energi Iran. Selain itu, fasilitas energi di negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS juga akan dianggap sebagai target sah oleh Iran.

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini