Anggaran Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS Ditolak FSGI, Ini alasannya

Ilustrasi/ AI Bing/ Republish.id

Republish.id, NASIONAL – Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai program makan siang gratis ditolak oleh Forum Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Menurut FSGI, penggunaan dana BOS afirmasi untuk pembiayaan program makan siang gratis merupakan wujud ketidakberpihakan pada layanan pendidikan yang adil dan berkualitas.

FSGI menilai, hal tersebut menunjukkan adanya kegagalan memahami tujuan kebijakan dana BOS dan BOS afirmasi.

Pernyataan ini merupakan respon atas usulan dari Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo Gibran DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar yang mengusulkan agar pendanaan program tersebut menggunakan dana BOS spesifik atau afirmatif.

Baca Juga :  Natalius Pigai Minta Kantor Pemerintah Siapkan Area Khusus untuk Demo

Dalam keterangannya, FSGI memaparkan sejumlah persoalan yang menjadi dasar penolakan dana BOS untuk makan siang gratis, diantaranya ialah tidak semua sekolah mendapatkan BOS Afirmasi.

Diman, kata FSGI, BOS Afirmasi hanya diberikan untuk sekolah-sekolah tertentu, misalnya sekolah yang berada di wilayah tertinggal dengan besaran jumlahnya hanya puluhan juta pada umumnya.

“Apakah anggaran sebesar itu cukup membiayai makan siang gratis selama satu tahun? Lalu, bagaimana dengan sekolah yang tidak mendapatkan BOS Afirmasi, akan menggunakan anggaran dari mana untuk makan siang gratis di sekolahnya?” ungkap FSGI, Senin (4/3/2024).

Baca Juga :  Kemeriahan Gebyar Panjat Pinang Warga Piloliyanga di Hari Lebaran

Selain tidak semua sekolah mendapatkan BOS Afirmasi, jumlah dana BOS Reguler yang dikelola juga terbilang masih minim dan bergantung pada jumlah peserta didik.

Semakin banyak peserta didik, maka makin besar jumlah dana BOS yang diterima sekolah, begitupun sebaliknya. Jika dana BOS yang diterima besar, maka layanan pendidikan dapat berjalan baik.

“Namun jika dana BOS digunakan untuk makan siang gratis, maka dapat dipastikan jumlah yang diterima sekolah saat ini pastilah tidak cukup,” tegas FSGI.

Baca Juga :  Komisi III Ingatkan Hati-hati Tindak Lanjuti Laporan terhadap Ganjar, KPK : Kami Tak Lihat Warna

Hal tersebut, kata FSGI, berpotensi untuk menggerus biaya pendidikan.

“Jika anggaran makan siang gratis dibebankan pada dana BOS, maka pembiayaan pendidikan akan tergerus,”

“Pendidikan berkualitas tidak akan tercapai,” tegas FSGI.

FSGI lebih mendorong pemerintahan yang baru agar melakukan kajian akademik untuk memetakan sekolah yang memang membutuhkan program makan siang gratis.

Misalnya, di daerah tertinggal. Namun dengan catatan, anggarannya tidak menggunakan Dana BOS.(*)

 

Sumber : detik.com

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."