BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan, Ini Skema Khususnya

Foto llustrasi MBG. (Ist)

Republish.id, NASIONAL – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan mekanisme khusus yang menyesuaikan aktivitas masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Di wilayah dengan mayoritas penduduk muslim, skema pelaksanaan MBG mengalami penyesuaian. Makanan tetap dibagikan pada jam sekolah seperti biasa, namun tidak dikonsumsi di tempat. Para penerima manfaat membawa pulang paket makanan tersebut untuk disantap saat waktu berbuka puasa.

Baca Juga :  Ratusan Siswa di Manggarai Barat Keracunan MBG, Dapur Gizi Ditutup Sementara hingga Sekolah Mulai Menolak

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pola ini bukanlah hal baru. Skema serupa juga telah diterapkan pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya sehingga pelaksanaannya dinilai sudah siap.

Seiring penyesuaian tersebut, BGN juga mengatur jenis menu yang dibagikan. Makanan yang disiapkan merupakan menu siap santap dengan daya tahan yang cukup lama hingga waktu berbuka.

Baca Juga :  Akhirnya Naik Setelah 20 Tahun! Era Prabowo Ubah Insentif Guru Honorer, Ini Rinciannya

“Tentu saja menu-menu yang siap santap, tapi tahan lama,” lanjut Dadan.

Ia menambahkan, menu MBG selama Ramadan dirancang sederhana dan praktis, namun tetap memenuhi kebutuhan gizi. Selain kandungan nutrisi, ketahanan makanan menjadi pertimbangan utama agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka puasa.

Beberapa contoh menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, buah-buahan, abon, serta aneka penganan lokal yang tidak mudah basi.

Baca Juga :  Sekolah Daring Batal? Pemerintah Pilih Tatap Muka di Tengah Krisis Global

“Contoh misalnya kurma, ya. Telur rebus, buah, kemudian abon. Penganan-penganan lokal yang bisa tahan lama, misalnya kue,” kata dia.

Sementara itu, untuk daerah dengan mayoritas penduduk yang tidak menjalankan ibadah puasa, program MBG tetap dilaksanakan seperti hari biasa tanpa perubahan pola distribusi maupun waktu konsumsi.

“Untuk daerah-daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan normal,” pungkasnya.

 

Baca selengkapnya di sini.

Redaksi Republish.id