BNPB Rilis Data Terbaru: 303 Korban Tewas Banjir–Longsor di Sumatera, Ratusan Masih Hilang

Tim Basarnas melakukan evakuasi korban banjir bandang di Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (27/11/2025). (Foto Istimewa)

Republish.id, NASIONAL – Gelombang bencana banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera kembali menelan banyak korban. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data yang menunjukkan jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, termasuk ratusan warga yang masih dinyatakan hilang.

BNPB menyampaikan informasi terbaru ini dalam konferensi pers yang dipimpin Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, pada Sabtu (29/11) sore. Selain korban tewas, sejumlah warga di berbagai daerah terdampak masih dalam proses pencarian.

Korban di Aceh: 47 Meninggal, 51 Hilang

BNPB melaporkan peningkatan korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh. Total korban jiwa kini berjumlah 47 orang.

“Aceh per sekarang ada penambahan korban. Yang pertama untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47, 51 masih hilang, 8 luka-luka,” kata Kepala BNPB Suharyanto melalui akun YouTube BNPB, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga :  Aksi Maling Spion Motor Resahkan Pengunjung Taman Budaya Limboto

Rincian per wilayah:

Aceh Tengah: 16 meninggal dunia, 2 hilang

Bener Meriah: 12 meninggal dunia, 13 hilang

Aceh Tenggara: 7 meninggal dunia, 25 hilang, 5 luka-luka

Pidie Jaya: 4 meninggal dunia, 4 hilang

Bireuen: 4 meninggal dunia

Gayo Lues: 2 meninggal dunia, 4 hilang

Subulussalam: 1 meninggal dunia

Lhokseumawe: 1 meninggal dunia, 3 hilang

Aceh Tamiang: 3 luka-luka

Sumatera Utara: 166 Korban Meninggal, 143 Hilang

Pembaruan selanjutnya datang dari Sumatera Utara (Sumut). BNPB mencatat adanya lonjakan korban tewas menjadi 166 orang, naik 60 jiwa dari hari sebelumnya.

Baca Juga :  Belasan Pengungsi Banjir di Agam Keracunan Usai Santap Makanan Dapur Umum, Dinkes Lakukan Investigasi

“Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia,” ujar Suharyanto.

Ia menambahkan, peningkatan ini merupakan hasil operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan.

“Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia, ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh Satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Hingga saat ini, 143 orang masih hilang di delapan daerah terdampak:

Tapanuli Utara

• Tapanuli Tengah

• Tapanuli Selatan

• Kota Sibolga

• Humbang Hasundutan

Kota Padang Sidempuan

• Papak Barat

• Mandailing Natal

Sumatera Barat: 90 Meninggal, 85 Hilang

BNPB juga memberikan pembaruan korban bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Hingga Sabtu sore, total korban meninggal mencapai 90 orang, menjadikan Sumbar sebagai wilayah dengan korban terbanyak kedua setelah Sumut.

Baca Juga :  Tragis! Pesawat SAM Air Jatuh di Bandara Bumi Panua, 4 Korban Tewas

“Untuk Padang meningkat, justru sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut. Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka. Ini tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini, yaitu ada tambahan di Kabupaten Agam,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Rincian korban di Sumbar:

Kabupaten Agam: 74 meninggal dunia, 78 hilang

Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang, 1 luka

Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 3 luka

Kota Padang: 5 meninggal

Solok: 1 meninggal

Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang, 4 luka