Dua Korban Longsor Tambang Freeport Teridentifikasi, Lima Masih Dalam Pencarian

Proses pencarian pekerja freeport hilang. (galeripapua.com).

Republish.id, NASIONAL – Upaya pencarian korban longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) PT Freeport Indonesia akhirnya menemukan titik terang. Kepolisian Resor Mimika mengonfirmasi identitas dua jenazah karyawan kontraktor PTFI yang berhasil dievakuasi pada Sabtu (20/9/2025).

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyebutkan, korban tersebut adalah Irawan (47), asal Cilacap, dan Wigih Hartono (37), asal Tulungagung.

“Saat ini jenazah sedang proses identifikasi atau visum dan di Salatkan kemudian hari ini juga, akan langsung diterbangkan ke rumah duka masing-masing,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu siang.

Baca Juga :  16 Jam Digeledah Bareskrim, Dua Kotak Besar Toko Emas Legendaris Nganjuk Dibawa Penyidik

Kapolres menambahkan, kedua korban ditemukan tanpa kapsul penyelamat. “Diluar atau tertimbun,” jelasnya.

Meski demikian, pencarian terhadap lima pekerja lain yang masih terjebak terus dilakukan.

“Untuk pencarian evakuasi lima korban yang lainnya terus berjalan,” tutup Kapolres.

VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, membenarkan temuan tersebut.

“Tim Penyelamat Tambang Bawah Tanah telah menemukan dan mengevakuasi 2 (dua) jenazah yang diduga adalah rekan-rekan kami yang terjebak dalam insiden luncuran material basah di Grasberg Block Cave,” katanya.

Baca Juga :  Pendaftaran CPNS Diperpanjang: BKN Tanggapi Masalah e-Meterai

Katri menegaskan, proses identifikasi resmi tetap menunggu hasil kepolisian. Ia juga menyampaikan duka mendalam mewakili manajemen PTFI.

“Kami (PTFI) menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dan memastikan pendampingan penuh bagi mereka,” ujarnya.

Diketahui, total ada tujuh pekerja PTFI yang masih terjebak akibat longsoran material basah sejak Senin malam (8/9). Hingga kini, pencarian yang sudah memasuki hari kesembilan masih menghadapi tantangan besar akibat cuaca buruk dan medan sulit.

Baca Juga :  DPP PJS Terbitkan SK Mandat Baru untuk Pengurus DPD Maluku

Alat berat dan peralatan khusus telah dikerahkan, sementara keluarga korban tetap menanti kabar di posko darurat. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian terus mengawal jalannya evakuasi.

Manajemen Freeport bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas produksi.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan pekerja,” tegas perwakilan Freeport dalam keterangan resminya.

Belum ada kepastian kapan operasi tambang bisa kembali berlanjut, mengingat fokus utama saat ini adalah pencarian dan penyelamatan para korban.(*)

** Baca berita pilihan menarik lainnya langsung di ponselmu di Channel WhatsApp Republish.id. Klik disini