Seruan Erdogan Bentuk Aliansi Islam Hadapi Ekspansionisme Israel

Recep Tayyip Erdogan (AHMAD AL-RUBAYE) Foto Dok: beritasenator.com

Republish.id, INTERNASIONAL – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyerukan pembentukan aliansi negara-negara Islam untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai “ancaman ekspansionisme yang semakin berkembang dari Israel. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Menteri Luar Negeri Israel.

Komentar Erdogan disampaikan setelah tewasnya seorang wanita keturunan Turki-Amerika, yang diduga ditembak oleh pasukan Israel saat berpartisipasi dalam protes terhadap perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel, pada hari Jumat lalu.

“Satu-satunya langkah yang akan menghentikan arogansi Israel, perampokan Israel, dan terorisme negara Israel adalah aliansi negara-negara Islam,” ujar Erdogan dalam sebuah acara di dekat Istanbul, Senin (9/9/2024), mengutip CNBCIndonesia

Baca Juga :  Cegah Ilegal Fishing, Polda Sulut Bakal Bangun Pos Polair di Bolmut

BACA JUGA: CPNS 2024: Antusiasme Tinggi, Instansi Daerah Minim Pelamar

Erdogan juga menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil Turki baru-baru ini untuk memperbaiki hubungan dengan Mesir dan Suriah bertujuan untuk “membangun solidaritas melawan ancaman ekspansionisme yang semakin berkembang,” yang menurutnya juga mengancam Lebanon dan Suriah.

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, memberikan tanggapan tegas, menyebut pernyataan Erdogan sebagai “kebohongan berbahaya dan provokasi.” Katz juga menuduh Erdogan telah bekerja sama dengan Iran selama bertahun-tahun untuk melemahkan rezim-rezim Arab moderat di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Warga Israel Tewas Diserang Virus Mematikan

Kunjungan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, ke Ankara pekan lalu, di mana ia dan Erdogan membahas konflik Gaza serta upaya lebih lanjut untuk memperbaiki hubungan yang sempat membeku selama 12 tahun, menunjukkan langkah Erdogan dalam memperbaiki hubungan dengan negara-negara rival di kawasan tersebut.

Sejak 2020, Turki telah memulai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dengan negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Baca Juga :  Pj Bupati Bolmut Buka Seminar Akhir dan Konsultasi Publik Penentuan Perwilayahan Komoditas Pertanian

Pada bulan Juli, Erdogan juga menyatakan bahwa Turki akan mengundang Presiden Suriah, Bashar al-Assad, untuk pembicaraan guna memulihkan hubungan kedua negara yang terputus sejak perang saudara di Suriah meletus pada 2011.

Terkait insiden penembakan pada hari Jumat, militer Israel menyatakan sedang menyelidiki laporan bahwa seorang warga negara asing perempuan tewas dalam kejadian tersebut. Hingga kini, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, belum memberikan komentar.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."