Terombang-ambing Dua Pekan di Laut, 15 WNA Filipina Akhirnya Selamat dan Dirawat di Buol

Terombang-ambing Dua Pekan di Laut, 15 WNA Filipina Akhirnya Selamat dan Dirawat di Buol. (Foto Istimewa)

Republish.id, SULTENG – Kisah kemanusiaan kembali terjadi di perairan Sulawesi Tengah. Sebanyak 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina berhasil selamat setelah terombang-ambing di laut selama hampir dua pekan dan kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Mokoyurli, Kabupaten Buol.

Para WNA tersebut terdiri atas tujuh orang dewasa dan delapan anak-anak/balita. Mereka ditemukan dalam kondisi fisik yang memprihatinkan setelah 13 hingga 14 hari bertahan di laut lepas tanpa kepastian arah.

Baca Juga :  Plt Bupati Suharsi Igirisa Dukung PJS Penuhi Syarat Jadi Konstituen Dewan Pers
Foto Istimewa.

Wakil Bupati Buol bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buol turut mengunjungi para korban di rumah sakit untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebagian korban mengalami luka bakar matahari di bagian wajah akibat paparan cuaca ekstrem. Selain itu, hampir seluruh korban menunjukkan gejala dehidrasi dan kelaparan setelah berhari-hari tanpa asupan yang memadai.

Baca Juga :  Pj Bupati Bolmut Terima Kunker Pemkot Kotamobau

Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan nilai kemanusiaan. “Kita pastikan para korban mendapatkan perawatan medis yang layak dan tempat bernaung sementara yang aman,” ujar pihak pemerintah.

Foto Istimewa.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada nelayan lokal, Moh Rusman alias Cici. Keberanian dan kesigapannya menolong para korban di tengah laut dinilai telah menyelamatkan banyak nyawa.

Baca Juga :  DPD dan DPC PJS Se-Sulut Resmi Dilantik, Ketum DPP: Ini Langkah Besar untuk Jurnalisme yang Profesional

Saat ini, seluruh WNA masih menjalani pemeriksaan kesehatan secara intensif di RSUD Mokoyurli. Pemerintah Kabupaten Buol terus berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, TNI Angkatan Laut, serta Kepolisian untuk proses pendataan dan pengaturan pemulangan para korban ke Filipina melalui jalur resmi.