Republish.id, GORONTALO UTARA – Aksi aparat kepolisian yang diduga berujung penganiayaan terhadap warga sipil kembali memantik kemarahan publik. Kali ini, warga Desa Ilomata, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, geram atas tindakan represif yang dilakukan oleh oknum anggota Polsek Atinggola.
Menurut Informasi, insiden penganiayaan terjadi pada Minggu malam menjelang Senin dini hari (11/5/2025), di Desa Kota Jin, ibu kota Kecamatan Atinggola.
Syaril Usman (24), seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, mengungkapkan kronologi dugaan penganiayaan tersebut.
Menurut Syaril, korban bernama Ismail Anyo, yang saat itu berboncengan motor dengan temannya, tiba-tiba terkena pukulan.
Kata dia, pentungan yang dilayangkan oleh seorang anggota polisi itu mengakibatkan luka parah di bagian jidat korban.
“Itu korban mengalami luka dengan 8 jahitan,” kata Syaril menjelaskan kondisi luka korban.
Syaril menceritakan, saat itu anggota polisi melayangkan pentungan secara acak. Namun, teman Ismail yang mengendarai motor berhasil menghindar. Tetapi, Ismail yang duduk di belakang tidak sempat menghindar.
Saat itu, ia langsung menangis sambil menutupi wajahnya dengan tangan. Sayangnya, pentungan tersebut tetap mengenai jidatnya. Awalnya, Ismail tidak menyadari bahwa ia terluka. Namun, beberapa menit kemudian, ia merasakan darah mengucur deras dari jidatnya.
Saat itulah ia baru menyadari telah terluka dan meminta temannya untuk segera menghentikan motor dan menuju puskesmas terdekat.
Menurut Syaril, pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut terkesan membabi buta, menyasar siapapun yang melintas menggunakan motor.
Ia menjelaskan bahwa insiden ini diduga berawal dari terjadinya tawuran antar kampung di area pasar malam Desa Kota Jin.
Syaril mengungkapkan, keributan antar kampung di pasar malam tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak Kamis malam. Saat itu, pihak kepolisian datang dengan menggunakan alat-alat tumpul untuk membubarkan massa.
Kejadian malam itu berlangsung hingga dini hari sebelum warga akhirnya membubarkan diri. Situasi serupa kembali terjadi pada Sabtu malam atau malam minggu.
Keributan antar pemuda kembali pecah dan mengharuskan pihak kepolisian turun tangan. Namun, Syaril menyayangkan tindakan represif polisi saat membubarkan massa.
Syaril menduga, anggota polisi yang melakukan pemukulan terhadap Ismail saat kejadian memang sedang bertugas untuk membubarkan kerumunan di sekitar lokasi pasar malam yang sebelumnya terjadi keributan.
Namun, tindakan represif yang menyebabkan warga sipil terluka parah menuai kecaman dari masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya tersebut.











Leave a Reply
View Comments