Republish.id, BOLTARA – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) mulai merumuskan arah kebijakan lingkungan jangka panjang melalui Focus Group Discussion (FGD) penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Kegiatan yang digelar di Aula Pohohimbungo Bapelitbangda ini resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hi. Abdul Mutoh Daeng Mulisa, S.Pd., MM, mewakili Bupati.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bupati menegaskan sejumlah kebutuhan mendesak dalam penyusunan RPPLH.
Pertama, dibutuhkan fondasi integritas kebijakan sebagai instrumen teknokratik agar isu-isu lingkungan dapat terintegrasi ke dalam berbagai dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RTRW.
Kedua, diperlukan instrumen pengendalian dan pengawasan yang memuat peta status lingkungan hidup, penetapan target perlindungan, serta penyusunan program prioritas dan indikator kinerja.
Ketiga, RPPLH dianggap penting sebagai peta jalan menuju ekonomi biru dan hijau dengan menjadi cetak biru pembangunan yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam tanpa merusak fungsi ekologis.
Lebih lanjut, Bupati menekankan agar FGD kali ini memberi perhatian serius pada identifikasi dan analisis isu prioritas lingkungan hidup sebagai dasar penyusunan Strategi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (SPPLH) jangka panjang.
Hal ini dinilai penting untuk memulihkan serta mempertahankan daya dukung dan daya tampung lingkungan, sekaligus memastikan keseimbangan ekologis sebagai syarat utama pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (atau perwakilan), para tim ahli, camat, serta para sangadi.












Leave a Reply
View Comments