Republish.id, NASIONAL – Pemerintah mulai mengkaji kebijakan efisiensi energi dengan mempertimbangkan pengalaman saat pandemi COVID-19. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa langkah penghematan harus dilakukan secara hati-hati dan berbasis data.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujar Menko Pratikno melansir Antara, Senin (23/3/2026).
Ia memastikan kebijakan penghematan energi tidak akan mengganggu proses pembelajaran maupun pelayanan publik.
Dalam sektor pendidikan, pemerintah membuka opsi penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran. Untuk kegiatan praktikum, pembelajaran tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji sejumlah isu strategis lain, seperti penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembiayaan akses internet bagi siswa guna mendukung pembelajaran daring.
Strategi Lintas Instansi Disiapkan
Upaya efisiensi energi tidak hanya menyasar sektor pendidikan. Pemerintah juga menyiapkan strategi lintas instansi, termasuk penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN), optimalisasi platform digital, serta pembatasan mobilitas perjalanan dinas.
Kebijakan ini direncanakan mulai diberlakukan pada April 2026, meski hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” kata Pratikno.
Negara ASEAN Ikut Lakukan Penghematan
Langkah penghematan energi juga dilakukan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, menyusul pembatasan pasokan minyak di Selat Hormuz.
Di Filipina, kantor pemerintahan telah menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan. Sementara itu, pejabat di Thailand dan Vietnam didorong untuk bekerja dari rumah serta mengurangi perjalanan dinas.
Bahkan, pemerintah Myanmar menerapkan sistem berkendara bergantian guna menekan konsumsi bahan bakar.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, juga telah mengumumkan pembatasan harga sementara untuk solar. Sementara Vietnam mulai memanfaatkan dana stabilisasi untuk menjaga harga bahan bakar tetap terkendali.
Meski demikian, rencana penerapan belajar dari rumah di Indonesia masih sebatas wacana dan belum diputuskan secara resmi oleh pemerintah.












Leave a Reply
View Comments