MBG Jadi Sorotan Dunia, Prabowo: Layani 60 Juta Orang Tiap Pekan

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Republish.id, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi perhatian banyak negara. Menurutnya, sejumlah negara mulai mempelajari kebijakan tersebut karena Indonesia dinilai mampu melayani lebih dari 60 juta penerima manfaat secara rutin.

“Banyak negara, sekarang belajar MBG ke kita. Karena, di mana ada negara, bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu? Dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya,” kata Presiden Prabowo dalam sambutan pada acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap melalui siaran YouTube Sekretariat Kabinet di Jakarta, Rabu (29/4).

Baca Juga :  Bertambah 21 Orang, Korban Longsor Tambang Suwawa Jadi 93 Jiwa

Prabowo menjelaskan, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi baru. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat desa, pemerintah berperan sebagai pembeli siaga (offtaker) yang menyerap hasil panen petani dan nelayan.

Skema ini diklaim mampu memutus ketergantungan terhadap tengkulak serta menjaga stabilitas harga, terutama saat musim panen raya. Dengan demikian, produsen pangan lokal memperoleh kepastian pasar yang lebih terjamin.

Baca Juga :  Dua Polisi di Semarang Peras Pasangan Muda-Mudi, Kini Terancam Dipecat

Dari sisi ketenagakerjaan, Presiden menyebut program ini berpotensi membuka lapangan kerja dalam skala besar. Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur MBG yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Selain itu, pengaktifan 81.000 Koperasi Merah Putih diproyeksikan akan melibatkan sekitar 1,4 juta pekerja di sektor logistik.

Terkait pembiayaan, Prabowo menegaskan bahwa anggaran besar untuk program tersebut berasal dari efisiensi pemerintah dalam menekan kebocoran akibat praktik korupsi.

Baca Juga :  Pesta Gay di Surabaya Terbongkar, 34 Jadi Tersangka Termasuk Oknum ASN

“Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Kita tahan, kita realokasi dan kita gelontorkan ke rakyat. Saya merasa berada di jalan yang benar,” tegas Presiden.

Ia pun berharap keberhasilan MBG dapat menjadi fondasi bagi Indonesia untuk mencapai take-off atau lepas landas ekonomi, melalui penguatan gizi masyarakat serta penguatan ekonomi kerakyatan yang diakui secara global.

Redaksi Republish.id