Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Desa Bolangitang II

Republish.id, BOLMUT – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena, SE.,M.Ec,Dev memantau Gerakan Pangan Murah (GPM) yg bertempat di Balai Desa Bolangitang II, Rabu (21/02/2024).

Turut hadir, Asisten perekonomian dan pembangunan DR. Abdul Nazarudin Maloho, S.Pd.,M.Si, Kepala Bagian Prokopim Sofian Mokoginta, SKM, Camat Bolangitang Barat Kamil Pontoh, S.Sos, Sangadi Bolangitang II serta masyarakat.

Baca Juga :  Investasi Industri Biomassa di Gorontalo, APREBI :  Sangat Membantu Atasi Kemiskinan dan Stunting

Sirajudin Lasena dalam penyampaiannya pada kunjungan tersebut mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi kenaikan harga berapa yang terjadi saat ini.

“Menyikapi situasi harga beras yang saat ini mengalami peningkatan, Pemerintah daerah bekerjasama dengan BULOG mengadakan Gerakan Pangan Murah guna,” kata Sirajudin Lasena.

Baca Juga :  Sekda Jusnan Mokoginta Ajak Wujudkan “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” di Puncak HKN ke-61 Boltara

Gerakan pangan murah ini, laju Sirajudin Lasena, merupakan respon pemerintah terhadap keresahan masyarakat yang terdampak kenaikan harga beras beberapa waktu belakangan ini.

“Melalui program Gerakan Pangan Murah ini kami berharap masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan untuk memperoleh komoditi pangan murah,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Bolmut ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat di desa Bolangitang II, Kecamatan Bolangitang Barat.

Baca Juga :  Asripan dan Aktrida Resmi Daftar ke KPU Bolmut sebagai Bakal Cabup dan Cawabup

“Kami mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah bekerjasama dengan BULOG dalam menyediakan komoditi pangan yang mencukupi bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata salah seorang tokoh masyarakat setempat.(*)

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."