Oknum TNI Pukul Ojol di Pontianak, Hidung Patah hingga Massa Geruduk Pomdam

Oknum anggota TNI memukul salah satu Ojol di Pontianak Sumber : ANTARA/HO : Media Sosial.

Republish.id, NASIONAL – Keributan di jalan raya antara seorang perwira TNI dan pengemudi ojek online (ojol) di Pontianak, Kalimantan Barat, berbuntut panjang. Letda FA, seorang prajurit TNI, diduga memukul driver ojol hingga mengalami patah hidung.

Peristiwa itu memicu kemarahan komunitas ojol yang kemudian mendatangi Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) XII/Tanjungpura.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan korban, insiden berawal saat kondisi lalu lintas macet. Letda FA yang sedang mengemudikan mobil disebut mundur sedikit sehingga hampir menyerempet motor korban.

Korban kemudian membunyikan klakson, namun hal itu justru membuat Letda FA marah. Ia turun dari mobil dan langsung menyikut wajah korban hingga hidungnya patah.

Baca Juga :  KPK Buka Peluang Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji 2023–2024, Ini Penjelasannya

Ojol Geruduk Pomdam

Sabtu (20/9/2025) malam, massa ojol melakukan aksi mendatangi Pomdam XII/Tanjungpura. Mereka menuntut keadilan bagi rekan mereka, Teguh Syukma Akbar (48), yang menjadi korban pemukulan.

Rekaman video insiden itu turut beredar luas di media sosial dan memperlihatkan seorang pria berbaju sipil yang disebut-sebut sebagai oknum TNI turun dari mobil lalu memukul korban.

“Rekan kami dipukul di Jalan Panglima Aim, tepat di depan SD 04. Lihat sendirilah, hidungnya patah, matanya bengkak,” ungkap Ketua Komunitas Ojol, Dede Sudirman.

Diperiksa Polisi Militer

Wakapendam XII/Tanjungpura, Letkol Inf Agung W Palupi, membenarkan adanya pemukulan tersebut. Menurut hasil pemeriksaan sementara, Letda FA mengaku kalut karena sedang terburu-buru membawa anaknya yang sakit ke rumah sakit.

Baca Juga :  Ketua DPD PJS Gorontalo Diduga Diancam Pengusaha Tambang Ilegal

“Kita sudah periksa pelaku. Hasil pemeriksaan sementara, pelaku kalut dan terburu-buru mau ke rumah sakit membawa anaknya. Anaknya di dalam mobil itu dalam keadaan sakit. Ada kejadian itu langsung naik pitam. Emosi (memukul),” jelas Agung.

Ia menegaskan, meskipun pelaku telah meminta maaf, proses hukum tetap berjalan hingga sidang militer.

Mediasi dan Penyesalan

Pihak keluarga korban dan pelaku sempat dimediasi di Pomdam. Letda FA yang tinggal di Jalan Padat Karya, Saigon, Pontianak Timur, mengaku menyesal dan siap bertanggung jawab penuh.

Baca Juga :  Wartawan Gorontalo Diduga Diintimidasi Polisi Saat Peliputan

“Sebelumnya saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga maupun korban atas kekhilafan saya,” kata FA dalam konferensi pers.

Ia berjanji akan menanggung biaya pengobatan korban hingga sembuh. “Saya menyesal atas perbuatan saya. Dan untuk itu saya siap bertanggung jawab membantu biaya pengobatan korban sampai sembuh,” tegasnya.

Proses Hukum Berlanjut

Letkol Agung menegaskan, Kodam XII/Tanjungpura akan mengawal proses hukum ini sampai tuntas.

“Saya tekankan di sini, sesuai komitmen pimpinan Kodam XII Tanjungpura akan mengawal proses ini sampai selesai,” pungkasnya.