Tabir Tragedi ATR 42-500 Terkuak: Tim DVI Identifikasi Seluruh Korban, Ini Daftarnya

Proses evakuasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500, (Foto: Dok Metrotvnews.com)

Republish.id, NASIONAL – Misteri identitas para korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 akhirnya terjawab. Setelah melalui proses forensik intensif, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh korban berhasil diidentifikasi, sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar sejak tragedi terjadi di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan, proses identifikasi terhadap 10 jenazah dan satu potongan tubuh telah rampung.

“Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat, sebanyak 10 orang yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang,” katanya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, (24/1/2026).

Ia menegaskan seluruh korban telah teridentifikasi dan sesuai dengan nama yang tercantum dalam manifest pesawat yang mengalami kecelakaan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Melanda Polda Gorontalo, Warga Berkerumun Saksikan Pemadaman

“Jadi semua sudah bisa teridentifikasi oleh tim tadi malam dengan upaya-upaya yang dilakukan, ini bisa teridentifikasi dan identik semua dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest,” ujarnya.

Sementara itu, Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan bahwa metode utama yang digunakan dalam proses identifikasi adalah pencocokan sidik jari, yang dinilai paling akurat karena bersifat unik pada setiap individu.

“Kami mengambil perbandingan jempol kanan, alhamdulillah papilernya masih ada. Jadi memang kuasa Tuhan itu memberikan kita manusia itu identitasnya dengan sidik jari,” katanya.

Mashudi menambahkan, ditemukannya kesamaan hingga 12 titik pada sidik jari sudah cukup untuk memastikan identitas jenazah secara ilmiah.

Baca Juga :  Temuan Mayat Pria Gantung Diri di Rumah Adat Limboto, Gegerkan Warga Sekitar

“Kami meyakini dengan keilmuan dan saintifik yang kita miliki, semuanya bisa teridentifikasi dan bisa meyakinkan. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat kepada keluarga,” harap Mashudi.

Kabiddokkes Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Haris kemudian memaparkan hasil identifikasi satu per satu. Proses dilakukan dengan mencocokkan data post mortem (PM) dan antemortem (AM) menggunakan berbagai metode, mulai dari sidik jari, gigi, properti pribadi, hingga ciri medis.

Berikut rincian identitas korban:

Yoga Nauval Prakoso, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.05, cocok dengan data AM008.

Hariadi, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.06 dan PM 62 B.03.

Muhammad Farhan Gunawan, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.07 (AM001) melalui sidik jari dan gigi.

Baca Juga :  Polda Gorontalo Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Sambung

Feri Irawan, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.08 (AM007) melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

Dwi Murdiono, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.09 (AM005) melalui sidik jari dan gigi.

Restu Adi Pribadi, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.10A, PM 62.B.10B, dan properti (AM009) melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

Andi Dahananto, teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.11 (AM010) melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Dengan rampungnya proses ini, Tim DVI berharap kepastian identitas para korban dapat membantu keluarga dalam menjalani proses duka sekaligus tahapan pemakaman.