Kematian Akibat Hepatitis di Indonesia Urutan ke-4 Asia

Kematian Akibat Hepatitis di Indonesia Urutan ke-4 Asia.(Foto : iStockphoto/Mohammed Haneefa Nizamudeen)
Kematian Akibat Hepatitis di Indonesia Urutan ke-4 Asia.(Foto : iStockphoto/Mohammed Haneefa Nizamudeen)

Republish.id, NASIONAL – Indonesia menempati posisi keempat di Asia dan ketiga di Asia Tenggara dalam jumlah penderita hepatitis yang berakibat fatal.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan, dr Imran Pambudi.

“Di Asia, Indonesia menempati urutan keempat itu untuk kejadian dan kematian akibat penyakit liver,” kata dr Imran dalam presentasinya di Temu Media Hari Hepatitis Sedunia yang diadakan secara virtual pada Jumat (26/7/2024).

Baca Juga :  Wajib Biodiesel B40 Dimulai Awal Tahun Depan

“Sementara penanggulangan virus hepatitis terus ditingkatkan,” lanjutnya.

dr Imran mengungkapkan, data tersebut menggarisbawahi betapa seriusnya ancaman hepatitis di Indonesia dan pentingnya penanganan yang lebih intensif.

Peningkatan ini terutama terlihat pada kasus hepatitis B, yang menekankan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan terhadap jenis hepatitis ini.

Baca Juga :  Terkait Polemik PDAM Kota Gorontalo, Begini Penjelasan Lucky Paudi

“Situasi global kita kematian akibat hepatitis meninggal dari 1,1 juta pada 2019 menjadi 1,3 juta kematian pada 2022,” ungkapnya.

“Sekitar 83 persen penyebabnya adalah virus hepatitis B,” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, dr Imran Pambudi mengimbau masyarakat untuk terus melindungi diri dari virus hepatitis.

Baca Juga :  Sirajudin Lasena dan Aditia Pontoh Unggul Dari 3 Paslon di Pilkada Bolmut 2024

Dirinya juga menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan preventif sebagai langkah utama dalam mengurangi penyebaran dan dampak fatal virus tersebut.

“Ini saatnya kita bertindak untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari ancaman hepatitis dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat,” tandasnya.(*)

 

*Baca selengkapnya Disini

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."