Viral di TikTok, Tiktoker Sukabumi Diduga Promosikan Judi Online

Tiktoker asal Sukabumi, Gunawan (38), yang dikenal dengan akun Sadbor86, telah diamankan oleh Polres Sukabumi. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan promosi judi online.

Republish.id, NASIONAL – Tiktoker asal Sukabumi, Gunawan (38), yang dikenal dengan akun Sadbor86, telah diamankan oleh Polres Sukabumi. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan promosi judi online.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, membenarkan status tersangka Gunawan dalam pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu (2/11). “Iya, ditetapkan tersangka,” ujar Samian.

Baca Juga :  Ketua DPD PJS Sumut Buka Turnamen Catur Rileks Kedua di Tebing Tinggi

Namun, ia belum memberikan informasi lebih lanjut tentang kemungkinan tersangka lain dalam kasus ini.

Pihak kepolisian juga belum merinci detail kasus yang menjerat Gunawan, tetapi akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.

Gunawan, yang terkenal dengan konten joget “patuk ayam,” ditangkap pada Kamis (31/10) dan saat ini sedang menjalani penyelidikan.

Asal Kampung Babakan Baru, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Gunawan menjadi viral dengan konten joget yang awalnya dilakukannya sendiri secara live.

Baca Juga :  Tuntut Hak Waris, Warga Toyidito Kecewa dan Ajukan Banding Putusan Hakim PA Limboto

Seiring waktu, kontennya menarik perhatian dan menghasilkan uang dari saweran penonton.

Ia mengklaim telah menginspirasi sekitar 300 warga kampungnya untuk bergabung dan melakukan joget serupa, yang ia sebut sebagai “karyawan.”

Baca Juga :  Punya Sertifikat Tanah Terbitan 1961-1997? Segera Ubah ke Elektronik, Ini Alasannya!

Namun, di tengah ketenaran tersebut, muncul dugaan bahwa saweran yang diterima berasal dari akun judi online.

Gunawan telah mengeluarkan klarifikasi melalui akun TikToknya, menegaskan bahwa ia tidak berkolaborasi dengan akun judi.

"Mantan Wartawan media cetak Harian Gorontalo Pos ini memulai karir di dunia Jurnalisme tahun 2018. Masih aktif menulis di media online Republish.id hingga saat ini."